KAMISTIS #5: Kantorku
to write a horror story is beyond my supposition since I’m a faint hearted girl, but i found it quite fun to join this weekly project with satria (katasatria.com), adit (adiitoo.tumblr.com), naya (nayasa.tumblr.com), fitri (fitrisafira.tumblr.com), baje (badzlinaanindyka.tumblr.com), ibel (rajaharahap.tumblr.com) and ikhma (ikumaikuma.tumblr.com). So here we go, to the last season..
———
“Menyebalkan.. Menyebalkan..” Aku terus menggerutu dalam hati sambil memasang muka manyun. Kenapa aku langsung setuju ketika bos mengatakan pekerjaan ini harus selesai malam ini. Kenapa tidak aku tolak?!! Arghhhh kesel sama diri sendiri. Tapi nasib anak baru, harus manut apapun yang disuruh bos. Mana hari ini malam jumat, belum lagi tadi siang hingga sore, bapak-bapak di sekitar ku menceritakan hal-hal mistis yang pernah mereka alami disini. Geeezz…
Kalau kuambil kesimpulan dari cerita mereka, kantor tempatku bekerja ini lumayan menyeramkan. Hawanya sudah terasa sih dari melihat gedungnya. Haduh haduh tau gitu aku ga mau kerja disini deh. Baru seminggu bekerja disini rasa-rasanya sudah ingin resign lagi. Payah ya, umur sudah mau seperempat abad tapi takut sama yang tidak nampak, tapi gimana lagi dong, memang menakutkan. Bodo ah dibilang payah juga.
“Yasudahlah, aku kerjakan saja yang disuruh bos, biar bisa segera pulang. Masih ada OB juga di pantry yang letaknya tidak jauh dari aku.” “Aman”, kataku dan aku pun kembali disibukkan dengan dokumen-dokumen yang harus diperiksa ini.
Beberapa menit berselang, hawa dingin mulai terasa di leher. Aku menjerit. Ternyata pak OB ngegodain aku. “Iiihhh bapaak nakut-nakutin aja ah.” Pak OB berlalu sambil tertawa.
Tangan gemetar, keringat bercucuran. Lebay, tapi aku super ketakutan nih sekarang. Aku pengen pulang tapi ga bisa. Ditengah kepanikan dan ketegangan luar biasa gini, Tuhan ternyata baik banget, tiba-tiba muncul Bapak yang duduknya tidak jauh dari aku, “ada kerjaan yang belum beres nih, mbak, jadi saya balik lagi deh”. Bapak ini memang kadang ada, kadang tidak di mejanya, mungkin pekerjaannya yang mengharuskan beliau sering keluar kantor kali ya.
“hore ada temennya. terima kasih bapak”, kataku.
Kami berdua larut dalam pekerjaan masing-masing
setengah jam kemudian..
Bapak ini tiba-tiba jatuh dan pingsan. Aku benar-benar bingung harus berbuat apa. Lalu aku teriak-teriak memanggil OB di belakang.
“Pak.. pak.. tolong ada orang pingsan..”
Dengan tergopoh-gopoh menghampiri lokasi, aku mendapati lokasi pingsan Bapak tersebut sudah kosong, seperti tidak apa-apa.
“Mana mbak yang pingsan”
“Tadi ada, pak, dia bahkan ngobrol sama saya”
“Orangnya seperti apa mbak” dan aku pun menyebutkan ciri-ciri beliau.
Kata bapak OB, “yasudah mbak, pulang aja sekarang, kasihan cewe masa pulang malam sendiri”
“Tapi kerjaan saya belum selesai nih pak, lagian saya bawa kendaraan, gapapa kok”
“Jangan ah, mbak, pulang saja” dia berkata seperti memaksa
Aku yang sudah bergetar ketakutan akhir membereskan barang-barangku dan segera pulang.
Keesokan paginya aku tanya ke bapak yang duduk di sebelahku. “Pak, kalau bapak yang duduk di kursi itu (sambil menunjuk tempat duduk bapak yang pingsan tadi malam) lagi sakit ya, pak? tadi malam pingsan, terus kadang ada di meja, kadang engga, mukanya juga memang selalu pucat sih, pak”
“Dia sih lagi honeymoon, dek, baru married”
“Loh, tadi malam, orangnya ada ko, pak”
“Wah jangan-jangan yang kamu lihat.. Ciri-cirinya kaya gimana, dek?”
dan aku kembali menyebutkan ciri-ciri bapak yang tadi malam.
“Dek, jangan kaget ya, yang kamu lihat itu mantan pegawai kantor ini, dan beliau sudah meninggal, meninggalnya memang di kantor sih, mungkin kena serangan jantung, kemarin tepat satu tahun peringatan kematian beliau. Mungkin masih ada yang dia pendam di dunia, hingga masih suka menampakkan diri di sini. Tapi kamu mending sih hanya ketemu si Bapak itu, maksudnya baik lagi nemenin kamu. Kalau saya mah pernah sendirian malam-malam, pas di kamar mandi kaya ada orang di belakang, saya tengok ke belakang ga ada orang, eh tiba-tiba di pojokan kamar mandi muncul penampakan wanita mulai dari pinggang sampai ujung kaki aja. Lain kali kamu jangan sendirian ya kalau malam disini”
dan seketika sekitarku gelap..
5 notes blog comments powered by Disqus
-
badzlinaanindyka said:
“pas di kamar mandi kaya ada orang di belakang, saya tengok ke belakang ga ada orang, eh tiba-tiba di pojokan kamar mandi muncul penampakan wanita mulai dari pinggang sampai ujung kaki aja” jadi takut ke kamar mandi :(
-
adiitoo said:
TRIPATRA itu saudara-saudara..
-
gulpinswalot liked this
-
ragilliarach liked this
-
astie posted this
button

