o, happy day :)
15 notes
@rajaharahapp @kikyhiwigo me and ikra
bertemu di festival bambu, pertama kalinya bertemu kiky yang bicaranya tidak ada titik atau koma dan baterai yang tidak berkurang dari awal bertemu, yang awalnya disuruh jaim sama ibel tapi sama sekali ga bisa.
malam minggu ceria bertabur cerita dan pengalaman yang bersinggungan dengan dunia lain, tidak lupa cengkok dangdut yang didendangkan si kembar srikandi, ibel dan kiky. lengkaplah alasan tubuh ini tidak berhenti bergidik. hehe
sayang sekali kurang lengkap tanpa kehadiran si mamang @satriamk yang (lagi-lagi) sudah menggulung dagangannya ketika kami datang ke gasibu dan berencana menghabiskan sisa batagor-batagornya. ah jaringan payah, penganggu komunikasi, perusak impian.
tapi malam minggu ini cukup menyenangkan.
BIAYA PENDIDIKAN BAGI PESERTA SNMPTN 2011 JALUR UJIAN TULIS
Sebagaimana dimaklumi, penyelenggaraan program pendidikan memerlukan pembiayaan yang memadai. ITB berkewajiban untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi dalam bidang studinya masing-masing, oleh karena itu diperlukan sumberdaya…
Saya sangat percaya bahwa pendidikan adalah faktor penting dalam pembentukan manusia unggul. Selain itu, untuk mendapatkan pendidikan yang layak adalah hak asasi seluruh manusia di muka dunia, khususnya Indonesia.
Apalagi Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dengan jumlah penduduk keempat terbanyak, yang otomatis generasi mudanya menjadi aset untuk memajukan pembangunan negara ini.
Sayangnya, biaya pendidikan bisa dibilang cukup mahal (bandingkan dengan GNP kita jangan dengan negara lain). Masih banyak anak-anak yang putus sekolah karena tidak mampu membayar SPP.
Saya cukup gembira begitu mengetahui USM-ITB dihapuskan, bukannya saya kontra. Tidak ada ukuran mana yang lebih hebat dengan masuk melalui USM ataupun UNMPTN, sama saja, ada plus minusnya. USM tolak ukurnya lebih baik, karena ada tes psikologinya juga yang alhasil mahasiswa akan kuliah sesuai dengan minat dan bakat mereka. Sedangkan UNMPTN ‘hanya’ mengerjakan soal-soal yang sudah dipelajari, walaupun 1 orang bersaing dengan 10 orang untuk mendapatkan kursi di ITB. Kedua-duanya ada permainan uang ga ya? mungkin saja, di negara terkorup Indonesia, tidak ada yang tidak mungkin bila menyangkut uang.
Hanya saja quota mahasiswa yang masuk jalur khusus ini setiap tahun semakin bertambah, yang artinya hanya yang ‘punya duit’ yang dapat mengusahakan pendidikan anaknya di ITB.
Sayang kan, padahal di sana banyak anak-anak Indonesia pintar yang sudah berjuang mati-matian belajar untuk ujian masuk/UMPTN/SNMPTN berbekal buku seadanya dan lampion, tetapi akhirnya harus tersingkir karena jumlah quota dari ujian masuk nasional yang jumlahnya sangat sedikit, kalah dengan anak-anak keluarga mentereng.
Tapi setelah baca berita ini (klik link di atas) saya merasa penghapusan USM hanya sebagai pembersihan saja dari status ‘mata duitan’. Di dalamnya sama saja. Ya memang mahasiswa yang tidak mampu bisa mendapatkan beasiswa. Tapi sepanjang saya berkuliah di ITB, saya tahu, banyak mahasiswa/i yang sebetulnya mampu tapi tetap melamar beasiswa-beasiswa yang ada. Lalu? jatah untuk yang kurang mampu malah semakin dikit, dan akhirnya putus kuliah karena tidak mampu.
Apalagi sekarang, apabila uang pangkal untuk berkuliah saja sebesar 55 juta, apakah para petani itu harus menggadaikan sawahnya untuk menyekolahkan anak kebanggaannya di institut terbaik bangsa ??
sekali lagi, miris.
(Source: impulsivelife)
buttonAbout six years ago, I used to be a very narrow-minded person; I didn’t open myself to various options life offered me. If I wanted A, then I’ve...
Yang kemarin cuman liat demo-demo-an dari tv yang notabene-nya milik dua *ehem* partai besar, dan lebih sering menjual apa yang hanya perlu dijual. Mungkin bisa...