IT'S A : ASTI

me? i'm just somebody who try to break the shell to live in the world like hell
e-log / ask / twt / fb / g+ / da /  archive
more about me?
Sunday, April 15
Permalink

value and state of happiness

Tersebutlah kita, manusia normal, yang sering terpercik api cemburu dengan yang kita anggap kebahagiaan; kesuksesan; keberuntungan yang didapatkan oleh kawan kita.

Wajar dan manusiawi.

Tapi mungkin kecemburuan itu hanyalah persepsi, yang lahir dari ego manusia semata, bukan dari pikiran. Persepsi manusia pulalah yang menciptakan segregasi tatanan kehidupan sosial dan tingkat kebahagiaan, bahwa menjadi seperti si A atau memiliki seperti kepunyaan si B otomatis akan menjadikan kita bahagia.

Tingkat kebahagiaan setiap orang berbeda. Rasa bahagia itu nisbi. Seperti ketika kita melihat seorang pemulung atau petani dan merasa sedih karena beratnya kehidupan mereka. Tapi ‘beratnya kehidupan’ adalah persepsi yang kita ciptakan terhadapnya, padahal belum tentu mereka tidak bahagia.

Tidak melulu harta menjadikan hidup manusia bahagia. Ada yang namanya kepuasan dalam lingkaran kebahagiaan. Seperti seseorang yang saya kenal dekat yang memilih puas atas eksistensinya serta kualitas ilmu yang beliau sebarkan dibanding kuantitas harta yang dia peroleh. Dan beliau bahagia! Sama sekali tidak ingin seperti (beberapa) rekan profesinya yang bergelimang harta, tapi kualitas pekerjaan dan penyebaran ilmunya tidak pernah dipedulikan. 

Nilai kehidupan yang terabsorpsi dari lingkungan kamu dibesarkan juga menjadi salah satu parameter kebahagiaan. Keluarga yang merasakan jatuh bangunnya kehidupan akan menanamkan nilai kerja keras di kepala anak-anaknya sehingga dalam proses pendewasaan anak tersebut yakin hanya dengan bekerja keraslah kebahagiaan dirinya akan diperoleh; nilai agama untuk keluarga yang peduli dengan adanya kehidupan akhirat; nilai disiplin; nilai kejujuran; nilai kepuasan pribadi; nilai norma dan etika; nilai kebanggaan menjadi si nomor satu; nilai-nilai lainnya. Nilai-nilai dari keluarga inilah yang kita bawa untuk hidup bermasyarakat. Tidak ada nilai yang buruk pun salah karena setiap keluarga pasti menanamkan nilai yang baik dan ingin berbahagia. Tinggal bagaimana pembawaan kita terhadap nilai tersebut, tidak perlu dibandingkan dan bagaimana mengasimilasikan nilai masing-masing untuk keluarga yang nantinya kamu bentuk.

Salah satu nilai yang ditanamkan keluarga saya adalah kebahagiaan didapat bukan hanya dari ‘mengumpulkan apa’ tapi dari ’apa yang bisa dilakukan untuk didapat orang dan bagaimana cara menikmati hidup’.

Sekali lagi, persepsi adalah ego, persepsikan kamu ingin menjadi seperti apa dengan nilai apa yang kamu punya untuk merasa bahagia! 

Selamat malam dan selamat berbahagia sebelum beraktivitas kembali besok.

Don’t hate monday and be happy!


PS: terima kasih untuk bos dan kawan dekat atas diskusi-diskusinya

Comments

Tags:   #personal #life experience


6 notes
Monday, March 26
Permalink

at least we’ve tried

jika kau terlanjur memulai perjalanan tanpa persiapan ini, kawan
dan kini tembok besar membentang disatu-satunya jalan kalian
cobalah, sekedar saja, untuk sedikit mengumpulkan keberanian
bisa saja ternyata tembok itu telah getas atau memang benar keras
jangan terus menghindar dan berusaha mencari jalan lain
terus kau berpura-pura tidak mengindahkan tembok itu
padahal kamu tau hanya tembok itulah letak pangkal jalan kalian
terus menghindar dan menyiakan waktu serta tenaga
jikalau satu punya keberanian untuk mencoba, akan sia-sia jika satu lainnya tidak mendukungnya
kau teriakan jangan kalah sebelum berperang pada kawanmu
tapi kau malah ketakutan sebelum mencoba
setidaknya, berusaha menghempas
jika ternyata tembok itu memang keras, saat itulah kalian sadar perjalanan ini sudah mencapai batas..

Comments

Tags:   #personal #prosa


4 notes
Tuesday, January 10
Permalink

resolusi untuk revolusi #1

Rasa-rasanya memang menyebalkan ya ketika ide-ide silih berganti berdatangan tapi tidak satupun yang sempat kau tuliskan?

Haha, aku sudah lama tidak menulis dan kalimat pertamaku adalah menggerutu. Maaf ya, aku hanya kangen tumblr! Apalagi teman-teman virtualku :)

Berbicara tentang tahun baru (ya memang telat sekali -_-“), tahun baru pasti sering disandingkan dengan resolusi, harus lebih ini itu di bergantinya tahun. Aku bukan orang yang melulu menuliskan resolusi-resolusiku sepanjang tahun ini, karena buat apa pikirku, lebih penting aksi dibandingkan kata-kata dalam tulisan. Tapi akhir-akhir ini aku, si wanita tak berarah ini, merasa perlu menuliskan dan me-list apa-apa saja yang menjadi target pencapaian ku di tahun baru ini. Satu post, satu resolusi.

Resolusi pertama, hidup sehat. Ablasi tiroid. Si hipertiroid ini sudah terlalu lama menganggu hidupku.  Aku masih ingat ketika ibu mencurigaiku mengidap penyakit ini, sempat tidak digubris oleh ayahku, tapi setelah ibu memaksa untuk kesekian kalinya akhirnya aku melakukan cek darah dan hasilnya memang sangat jauh dari normal. Aku tetap menganggapnya angin lalu, sakit ringan dan tidak berbahaya, obat yang seharusnya tidak pernah putus untuk diminum tidak kupedulikan. 7 tahun hidup nakal bukan waktu yang sebentar untuk akhirnya kebugaranku semakin menurun, aku semakin mudah lelah, metabolisme yang semakin memburuk, degup jantung semakin cepat, dan emosi yang semakin tidak stabil. Hasil cek darah semakin memburuk. Akhirnya, beberapa bulan lalu aku memantapkan diri untuk mau minum obat dengan teratur dan segera menjalani ablasi. 

Kemarin langkah awal pengaktualisasian resolusi pertamaku, sendirian duduk di ruang bagian nuklir  RSHS. Darah diambil dari vena tangan kanan untuk diperiksa T3, T4, Tsh lalu diambil lagi dari tangan kiri. Menunggu beberapa saat untuk disinar (SKG), rasanya cukup menegangkan, seperti adegan-adegan kelinci percobaan di film (khayalan berlebih), lalu disinar selama kurang lebih 5 menit.

Sekarang aku lagi tegang menunggu hasil cek darah dan SKGnya, semoga tidak lebih buruk dari pemeriksaan sebelumnya dan aku penasaran ingin segera minum zat radioaktif yang katanya dicampur susu. Hoho. Semoga aku bisa segera eutiroid dan imun kembali normal, lalu nafsu makan tidak besar lagi. Semoga juga aku bisa mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan buruk ku yang tidak sehat lainnya. 

Mau mulai program sadar diri juga ah, kaya @rajaharahapp yang semakin singset. Foto di bawah jadi buktinya. 

Walaupun kita makan junk food, tapi kita jalan dari rshs-pvj-cipaganti. Even kan? Jadi jangan salahin gw ya, bel :p

2012. (mencoba) hidup sehat. Check

Comments

Tags:   #personal #resolution #road to 2012


20 notes
Friday, January 6
Permalink
terkadang perlu reflektor berupa perbuatan untuk melihat cerminan diri kita di mata orang lain..
— saya, yang tersadar dan merasa butuh perubahan!
Comments

Tags:   #personal


4 notes
Thursday, December 1
Permalink
There may be people that have more talent than you, but there’s no excuse for anyone to work harder than you do.

Derek Jeter

luruskan niat, kesempatan banyak di depan mata, yang kurang hanya kemauan dan usaha.

Comments

Tags:   #quote #derek jater #ganbaru #personal


42 notes

Posts that have made me click the    button

See more stuff I like