IT'S A : ASTI

me? i'm just somebody who try to break the shell to live in the world like hell
e-log / ask / twt / fb / g+ / da /  archive
more about me?
Wednesday, January 18
Permalink
I often heard or read about a woman that longing for a guy who will fight for her, but then I realized have we, women, already worth to fight for?? Be a kind, well-behaved, tough yet independent woman. No need expectation to be expected.
— me and my 2012 resolution #2. 
Comments

Tags:   #mars venus #women #men #love quote #love advice #what i'm thinking of #resolution


22 notes
Sunday, December 25
Permalink
#560
banyak gaya dan kehilangan otentifikasi individual,
selamat datang di dunia pencitraan!

#560

banyak gaya dan kehilangan otentifikasi individual,

selamat datang di dunia pencitraan!

(Source: fairydustcollages)

Comments

Tags:   #typography #come into line #what i'm thinking of #pencitraan


121,734 notes
reblogged via uhm-okay
Saturday, October 15
Permalink

become a blogger and a public transport user..

Honestly, I am not a big-hearted girl who easily accept someone’s statement to me, especially when it is like a judgement. However, I truly realized that if I wrote something in blog, which is shown to public, I have to be responsible for what I’ve been written down here. 

‘Nulis blog bukan sekedar nulis, tapi kita juga punya tanggung jawab terhadapnya karena blog itu dibaca oleh orang lain yang kebanyakan kita ga kenal” -he said

And when I wrote something, I also practically do it in my real life. Not just a blabbering thought. Therefore I want to clarify something to you, anonymous.

I love to write about using a public transportation, not a campaign to not using a car in daily life. Yes, I do. I campaign about it. Yes, I do. Karena memang dalam keseharian saya di kota yang tingkat kemacetannya tinggi, saya selalu menggunakan angkutan umum. Dulu saya pulang-pergi Bandung naik Bus Primajasa, sekarang saya naik Travel, dulu setiap hari berangkat ke tempat kerja saya naik bus karyawan lalu kalau mau ke Jakarta saya naik Damri, sekarang saya naik Kopaja, Metro Mini, Angkot atau menumpang kendaraan pribadi teman (yang ini memang bukan kendaraan umum, tapi dengan menumpang berarti tidak menambah jumlah mobil di jalan kan?). 

Mungkin ada yang bingung dengan apa yang berusaha saya sampaikan karena saya pernah menulis tentang penggunaan mobil dalam blog ini hingga memberi pesan sebagai Anonymous ke saya. Tapi HANYA 2x loh Mas/Mbak Anon. Pertama tentang saya yang mengeluarkan mobil dari garasi (bukan memakai) dan yang kedua karena saya ada tes pagi hari dan tempatnya jauh sekali dari rumah saya.

Bagaimana mungkin dari dua tulisan itu Anda bisa berkata “tapi dari cerita keseharian mbak saya baca kayaknya sering banget pake mobil”? dan bagaimana mungkin dari data parameter yang sangat sedikit itu bisa mendapatkan hipotesis dengan harsh word seperti itu?

Bisa saja saya juga mengambil hipotesis dari IP adress Anda yang saya lacak, bahwa Anda bekerja di perusahaan minyak paling top di Indonesia, dan waktu kerja yang Anda lakukan hanya browsing, karena buktinya Anda bisa mampir ke blog saya 20-40 menit setiap harinya. Kalau ada lowongan di perusahaan Anda saya mau banget loh :p *no offense juga*

Speaking of harsh word, seharusnya (apabila benar) pegawai perusahaan bonafit seperti Anda tahu apa arti harfiah dari kata itu. Dan saya merasa kata itu tidak pantas diucapkan ke saya, karena apa yang saya tulis benar-benar apa yang saya lakukan. Tindakan sehari-hari saya seperti yang sudah saya jelaskan di atas benar-benar mendukung transportasi umum. 

“Mendukung public transport itu bukan berarti ga bolah pakai kendaraan pribadi sama sekali” -YKA

Perlu digarisbawahi, saya sering membahas penggunaan transportasi umum di kota dimana semua orang dengan gengsi tingginya, berlomba-lomba untuk membeli kendaraan pribadi, tidak mau menggunakan fasilitas yang sudah ada walaupun memang tidak layak, sehingga menyebabkan tingkat kemacetan kota itu semakin tinggi. 

Semoga tulisan ini cukup menjawab ke”wondering”an Anda dan semoga kita sama-sama terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dengan tidak menilai orang yang tidak kita kenal seenaknya ya? :)

Terima kasih ya Anon sudah menyadarkan saya bahwa dari blog orang, Anda tidak bisa menebak keseharian orang tersebut, karena banyak sekali keseharian yang tidak dituliskan di blog. Seperti saya :)

Salam!

Comments

Tags:   #transportation #what i'm thinking of #question


45 notes
Tuesday, October 11
Permalink

kadang yang meradang

 

kadang ingin menikmati waktu yang berlalu dalam suatu ruang sejuk berpendingin, tidak mengapa aku rasa walaupun kaki terasa pegal menginjak pedal gas rem bergantian, karena terkadang, seperti yang tiap hari aku jalani, rasa-rasanya lelah harus berjalan jauh naik turun tangga lalu berganti-ganti jurusan untuk sampai tujuan lalu berdesak-desakan dalam udara yang melebihi batas sejuk dengan penduduk yang tidak tahu apalah itu arti mengantri.

tapi kadang lebih jengah melihat besi-besi dari berbagai kualitas yang dibentuk beraneka rupa dengan beragam warna yang secara sporadis mengloningkan dirinya di jalanan. jengah melihat perilaku super konsumtif di sekitar, berlomba-lomba mengganti yang lama dengan keluaran terbaru, mengetahui satu keluarga memiliki kendaraan pribadi melebihi jumlah anggotanya, satu untuk setiap satu. jengah melihat kemacetan yang terjadi! 

jengah menuruti rasa hati yang terus menerus mengingkari rejeki yang telah diberikanNya dengan selalu melihat rumput tetangga, yang menurut kita, lebih hijau. padahal masih banyak rumput kering menuju mati di sekitar ku. 

sehingga sampai pada keluhan yang melulu diumbar “kenapa tidak ada fasilitas yang memfasilitasi dengan layak?” lalu mempertanyakan “apa saja yang mereka perbuat sehingga pundi-pundi celengan mereka selalu terisi penuh?” seberapa banyak kah nol dalam saldo tabungan mereka, sampai-sampai mudah sekali membeli barang yang menurut aku mewah. kadang juga aku mengambil kesimpulan, semua orang sibuk memperkaya dan memperlengkap diri, sampai-sampai lupa apa yang harus mereka berikan kembali kepada lingkungan atau rakyatnya. jengah dengan tidak adanya yang peduli dengan kerusakan sistem transportasi kita. kamu tahu kan siapa-siapa ini yang aku maksud?

dan sering pada akhirnya memutuskan untuk terus setia pada kendaraan bernama angkutan publik. walaupun hasrat untuk membeli kendaraan pribadi tetap menggebu-gebu, tapi tetap menguatkan diri untuk tidak tergoda kecongkakan, bukan belajar hidup susah, bukan, karena siapa sih yang mau hidup susah, kata dia padaku, hanya belajar untuk terus hidup sabar dan bersyukur, selalu. aku pun yakin di luar sana masih ada (walaupun tidak banyak) orang-orang yang cukup mampu untuk membeli kendaraan pribadinya tetapi memilih jadi penggiat transportasi publik.

aku tahu kondisi angkutan umum kita memang sudah tidak layak untuk digunakan, tapi percuma kan kita terus merindukan bulan yang tidak tahu kapan akan si pungguk ini capai, percuma mengharap mereka menaruh perhatian lebih. mungkin solusi optimalnya manfaatkan saja yang sudah ada, aku yakin kalau kalian berpikir yang sama seperti aku, jumlah kendaraan yang beredar di jalanan ke depannya akan berkurang.

semoga saja.

Comments

Tags:   #congestion #what i'm thinking of #transportation


37 notes
Tuesday, September 20
Permalink

terkadang tanda baca dan segala penggabungannya pada pesan singkat pun menjadi begitu penting ketika menyangkut masalah hati

X: Kamu kenapa siiihhh? :(((( Marah ya?? T_T *penggunaan tanda baca lebay*

Y: Ga ko *tanpa tanda baca*

X: Masa siiih T_____________T *kembali tanda baca melebay*

X menganggap Y benar-benar marah kepadanya atau X merasa Y tidak mau melanjutkan obrolannya dengan X, dikarenakan balasan Y yang singkat, padat, jelas, dingin, tanpa tanda baca. 

Asumsi Y membalas pesan singkat X dengan kalimat “Ga kooo :D” atau “Ga kooo….”

Saya yakin dengan probabilitas 92.78% bahwa X akan merasa Y tidak marah kepadanya. Betul?

Mari kita praktekan kembali pada pesan singkat laint

“Terima kasih yaaaa.. :D :*”

“Eh makasih ya”

Mana yang lebih senang kalian baca? Prediksi saya, sebagian orang memilih opsi pertama. 

Ah, tapi akhirnya aku menyadari apalah arti bahasa tulisan pesan singkat, percuma saja penggabungan tanda baca dan huruf tetap tidak dapat menunjukkan emosi sebenarnya dari si pengirim pesan. Mungkin saja si empunya menulis sesuatu yang berlawanan dengan nuraninya hanya demi menyenangkan hati si penerima pesan. Who knows? God knows. 

Comments

Tags:   #what i'm thinking of


19 notes

Posts that have made me click the    button

See more stuff I like